Banyak jalan menuju Roma. Demikian pula dalam melakukan penilaian terhadap suatu saham, banyak cara yang bisa dilakukan, cara mana yang paling bisa diandalkan tergantung tingkat akurasi data dan asumsi-asumsi yang digunakan. Secara garis besar ada 3 pendekatan yang paling banyak digunakan dalam melakukan penilaian saham, yaitu pendekatan pasar, pendekatan aktiva dan pendekatan pendapatan.
Pendekatan Pasar
Pendekatan pasar adalah pendekatan dimana nilai saham dengan cara membandingkan data-data perusahaan yang dinilai dengan data-data yang ada di pasar, dalam hal ini adalah perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa. Oleh karena itu disebut juga sebagai "metode perbandingan perusahaan terbuka (guideline publicly traded company method)". Pelaksanaan metode ini biasanya dilakukan dengan membandingkan ratio-ratio keuangan seperti; P/E (price / earnings), P/S (price / sales), P/BV (price / book value), MVIC/BVIC (market value invested capital / book value invested capital), MVIC/S (market value invested capital / sales), dan lain-lain. Satu hal yang perlu diketahui bahwa antara perusahaan yang dinilai dengan perusahaan pembanding harus sejenis, data-data yang digunakan harus disesuaikan agar metode pencatatan dan penyajiannya sama. Misalnya laba (earnings), laba yang kita gunakan adalah laba normal setelah pajak, maka penghasilan maupun beban diluar operasi normal harus (misalnya laba/rugi penjualan aktiva tetap) harus dikeluarkan, baik perusahaan yang dinilai maupun perusahaan pembanding. Selain itu jumlah perusahaan pembanding yang digunakan biasanya 3 perusahaan atau lebih.